Summit Rinjani, 3726 mdpl

Perjalanan ini, terasa berat. Menguras tenaga, mengucurkan peluh, menghabiskan helaan nafas dalam-dalam, dan menangkal dinginnya angin yang menusuk kulit. Bersama dengan kawan-kawan sekantor hingga 40 orang, serta ditemani Event Organizer dan timnya, kami melangkahkan kaki, mengusung badan, menuju salah satu puncak tinggi gunung di Indonesia. Kami menuju puncak Rinjani, The Summit, 3726 mdpl.

Di Balik Bayang Fatamorgana, Rinjani . . . . Waktu menunjukkan jam 5 pagi, beberapa menit selepas shubuh. Tampak semburat merah di ufuk timur. Tanda-tanda matahari mulai terbit di sisi Timur Rinjani. Waktu inilah yang dicari oleh ratusan orang yang bersusah payah menuju Summit Rinjani. Waktu melihat Terbit Fajar dari Puncak Summit Rinjani. Tapi tak semua orang bisa melakukannya tepat waktu. Orang-orang bersusah payah mendaki puncak Rinjani ini sejak jam 1 pagi. Medan berpasir, bebatuan dan menanjak cukup menguras energi. Udara tipis nan dingin pun menjadi tantangan lain. Seakan Summit Rinjani seperti bayang fatamorgana. Terlihat dekat tapi nyatanya jauh. Bersama bayang-bayang pendaki lain di balik Summit Rinjani. Pada akhirnya hanya bisa melihat sang Fajar terbit dari punggung gunung saja. Subhanalloh

A post shared by @mas_agsan on

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s