Berbagi Inspirasi, Menabur Mimpi

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi kenyataan adalah kebahagiaan”

Selamat pagi cinta Hari ini, banyak pasangan merayakan hari kasih sayang atas cintanya. Cinta, apakah hanya bisa dirayakan setiap tgl 14 februari ini? Apakah hanya bisa dirayakan dengan pasangan?. Cinta tak harus memandang waktu dan situasi apapun, kita ada dan bersama anak-anak ini karena cinta. Demi generasi Indonesia yang lebih baik, karena kamu adalah Inspirasiku! . " .. Kala cinta menyapamu, ia, cinta, tidak pernah memperkenalkan nama, tak pernah menyebut usia bahkan ia, cinta, tak pernah mengunggulkan agama maupun etnis … ia, cinta, hanya memanggil engkau dengan sebutan kasih dengan matanya yang berbinar dan semangat yang membara dan takkan meninggalkan engkau sampai kapan pun jua… ia, cinta, …. !" ©Oyie R Inkiriwang 2016 . 6 februari 2016 SD Kyai Mojo, Jogja

A post shared by Ilham Wicaks 🔵 (@upilterbang) on

Pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur DKI jakarta pada tahun 1977. Karena itulah kami datang ke Jogja di bulan Februari ini. Jauh-jauh kami datang dari Jakarta membawa tekad untuk menginpirasi anak sekolah di Jogja. Latar belakang kami yang dari berbagai profesi menjadi bahan beragam untuk wawasan baru anak sekolah di Jogja.

Inilah keikutsertaan di kelas inspirasi untuk pertama kalinya. Dan saya memilih untuk mengambil peran sebagai seorang inspirator. Kota yang dipilih adalah kota Yogya. Ini sedikit mengingatkanku akan aktivitas volunterism sepuluh tahun lalu saat Gempa melanda Jogja. Aktivitas volunterism berikutnya ini cukup menggugah kenangan dan membangkitkan antusiasme dalam berbagi bagi siswa siswi sekolah dasar.

Nah, setelah mendaftar dan dinyatakan diterima untuk menjadi relawan, saatnya menyiapkan semua perlengkapan dan ide yang nantinya bisa disampaikan saat hari  inspirasi. Saya menyiapkan beberapa hal seperti tiket perjalanan pulang pergi Jakarta-Jogja, ide-ide, peralatan, dan tentu saja tempat menginap selama di Jogja.

Hingga pada akhirnya hari inspirasi mendekat. Seminggu sebelum pelaksanaan, saya menyempatkan diri datang ke syukuran 5 tahun Indonesia Mengajar yang diselenggarakan oleh Indonesia Mengajar di kantor Pertamina, Gambir, Jakarta. Saat itu berkesempatan bertemu dengan relawan lain yang satu sekolah nantinya saat Kelas Inspirasi, yaitu mamih Oyie, kak Saori, kak Uti dan Kak Dayat. Mereka semua nanti satu kelompok yang akan mengisi kelas inspirasi ke SDN Kyai Mojo. Mereka semua sudah berpengalaman dengan aktivitas Kelas Inspirasi sebelumnya. Dan saya yang masih mencoba pengalaman ini untuk pertama kalinya akan belajar banyak dari mereka. Pastinya iya. Setelah bertemu mereka, yang pada awalnya saya belom mendapatkan ide sama sekali tentang apa yang akan saya sampaikan di Kelas Inspirasi, langsung mendapatkan pencerahan. Cerita mereka di Kelas Inspirasi sebelumnya, memberikan trigger bagi ide dari kepala ini. Setelah perburuan berbagai peralatan dan perlengkapan, saya nyatakan siap dalam hari inspirasi nanti.

 

Hari inspirasi

Hari inspirasi telah tiba. Perjalanan kereta yang mengantarkanku ke Kota Yogya, tempatku bertahun-tahun menggali ilmu. Waktunya bagiku memberikan balasan, untuk berbagi ilmu bagi masyarakat Yogya dan siswa siswi SDN Kyai Mojo khususnya. Sesampai di stasiun Tugu Yogyakarta, menumpang istirahat, menunanikan ibadah, mengisi kekosongan perut dan menumpang mandi. Siap. Jarak SDN Kyai Mojo yang hanya berjarak kurang dari 2 kilometer, sebenarnya cukup dekat untuk di tempuh dengan jalan kaki. Tetapi terlanjur membuat janji dengan para inspirator lain untuk datang bersama. Salah satu kawan datang menjemput dengan berkendara mobil bersama kakak-kakak inspirator lain yang siap dengan ide-ide mereka. Tak seberama lama, sampailah di SD itu. Siswa-siswi sudah berdatangan dan siap dengan upacara penyambutan. Perkenalan dari masing-masing panitia dan inspirator serta tim dokumentasi untuk mengawali hari Inspirasi agar lancar dan bermakna. Untuk membangkitkan energi pagi hari, FlashMob dengan tema Kembali Ke Sekolah dari Sherina.

Ahli Telekomunikasi Seluler

Dan karena ini adalah kelas inspirasi, yang patut disampaikan tentunya adalah cerita kita, inspirasi kita dari dunia kerja kita selama ini. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia telekomunikasi, dan telekomunikasi seluler khususnya, banyak mempunyai cerita-cerita yang bermanfaat bagi siswa siswi sekolah. Cerita telepon berdering, cerita kirim pesan SMS, cerita berinternet ria, hanya dari sebuah telepon genggam pintar (smartphone). Lalu apa yang ada di sekitar kita, terlihat banyak menara-menara telekomunikasi dibangun di sekitar. Tingginya mungkin 20-30 meter. Menara-menara yang terbangun dari ujung Sabang sampai ujung Merauke. Nah itulah cerita-cerita menarik bagaimana seorang pakar telekomunikasi seluler melakukan hal-hal tersebut. Tentu hal inilah yang diharapkan bisa memberikan inspirasi yang bermanfaat bagi anak sekolah dasar yang sedang menabur mimpinya, dan mendakinya hingga setinggi langit.

Sebenarnya apa impian mereka, siswa-siswi SDN Kyai Mojo ini ? Apakah mereka ingin menjadi sepertiku? Tidak. Tidak ada yang berkeinginan menjadi seorang ahli Telekomunikasi Seluler. Oke .. Fine .. Bisa cukup diterima. Setelah kucoba untuk menanyakan cita-cita mereka tidak ada sama sekali menginginkan menjadi orang sepertiku. Ada hal lain yang sepertinya sudah mereka idamkan, inginkan selama ini. Apa saja itu, yang paling banyak diinginkan adalah Tentara, polwan, pilot dan dokter. Wow, itu jawaban-jawaban yang selama ini memang menjadi primadona. Bahkan semasa aku kecil pun, figur-figur itu memang menjadi sosok idaman anak kecil. Tetapi selain itu ada beberapa yang punya keinginan menjadi designer, dan pemilik restoran (atau pengusaha). Mantap sekali ini, dapat darimanakah ide impian itu?. Akupun cukup terhenyak mendengar jawaban beberapa siswa-siswi yang bercita-cita jadi designer maupun pengusaha restorang ini. Menurutku itu jawaban yang cukup anti-mainstream, dan bahkan out of the box. Akupun tak berpikir akan mendapat jawaban itu, bahkan mungkin jawabanku sendiri saat aku masih kecil. Yang pasti, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh bersama bintang-bintang.”  (Ir Soekarno)

Selamat bercita-cita, selamat berjuang, dan semoga sampai di ujung impian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s