Jiwa yang Besar

Masih ingat jelas saat pertandingan final Liga Champions mempertemukan antara Chelsea melawan Manchester United di musim kompetisi 2007/2008. Pertandingan final itu pada akhirnya dimenangkan oleh Manchester United melalui adu pinalti setelah pada pertandingan normal berakhir dengan skor 1-1.  Beberapa penendang dari Chelsea gagal menjaringkan bola ke gawang karena dihadang kiper Edwin Van Der Sar dari MU. Pelatih MU Sir Alex Ferguson pun meraih gelar Liga Champions untuk kedua kali setelah 1999 yang berakhir dramatis juga setelah mengalahkan Bayer Munchen. Tampak jelas kali ini sebuah drama perjalanan panjang menuju tahta juara berakhir antara menang dan kalah. Antara suka dan duka tampak nyata di atas lapangan. Sukacita milik Manchester United dan dukacita milik Chelsea.

MUvsChelsea2008

MUvsChelsea2008

Kala itu John Terry bisa saja membawa Chelsea juara seandainya tidak gagal dalam melakukan tendangan pinalti. Memang kondisi hujan membuat aksi tendangan pinalti menjadi tidak ideal. Meskipun pada akhirnya gagal dan memberi kegagalan kepada klubnya. Mental dan jiwa besar Terry menjadi taruhannya. Bagaimana seorang yang telah gagal dalam mencapai sesuatu bisa kembali bangkit dan menatap masa depan dengan lebih baik lagi.

“Ini merupakan kondisi sulit, karena saya tahu bagaimana perasaan Terry. Tidak banyak yang bisa Anda katakan,” kata Lampard.

“Saya hanya mengingatkan ini hanya sebuah pertandingan sepakbola. Setiap pemain bisa mengalami masalah serupa,” tegas Terry.

“Terry tidak akan berlarut dengan kekhawatiran karena sosok yang memiliki mental kuat. Terry adalah salah satu pemain sepakbola yang hebat, dan sebagai pria yang jujur,” ungkapnya.

John Terry

John Terry

Asisten pelatih Chelsea Steve Clarke juga memberikan dukungan penuh terhadap Terry. “Tidak ada alasan. Setiap orang penyerang pasti akan dimenta melakukan eksekusi penalti. Tapi, dia gagal memanfaatkan peluang itu,” imbuhnya.

Itulah yang terjadi, mental kuat menjadi landasannya. Jiwa besar menjadi kekuatannya untuk menerima hasil akhir dengan lebih tenang dan tanpa tekanan.  Pertandingan bisa diakhiri dengan kemenangan maupun kekalahan. Kemenangan akan makin memotivasi diri untuk membangun dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Kekalahan menjadikan mereka berjiwa besar dan menerima kenyataan dengan legowo. Karena itulah kompetisi.

Jiwa besar dengan kekuatan mental mampu dimanfaatkan untuk berkompetisi di musim berikutnya yang hasilnya menjadi juara Liga Inggris di tahun 2009. Dan akhirnya bisa memenangkan gelar juara Liga Champions di tahun 2012. Kemenangan yang luar biasa di depan publik tuan rumah melawan Bayer Munchen di stadiun Allianz Arena. Akhirnya mereka menikmati gelar juara yang diimpikan semua pesepakbola Eropa, Juara Liga Champions 2012.

Lampard-Champions 2012

Lampard-Champions 2012

Mental juara dan jiwa besar wajib ditekankan pada diri setiap orang. Setiap orang akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam menjalani hidup. Hanya yang berjiwa besar saja yang mampu mengendalikan mentalnya untuk menerima kenyataan hidup dan mengembangkan mentalnya untuk mencapai kesuksesan pada kesempatan yang lain.

Apa yang bisa dipelajari dari kegagalan sebelumnya dan mencari jalan kembali ke kemengangan ? Dikutip dari http://www.tennismindgame.com ada beberapa prinsip yang harus dipegang bagi orang yang berjiwa besar dan bermental kuat :

  1. Cepat atau lambat, semua orang akan kalah pada pertandingan besar. Kekalahan adalah hal wajar dalam pertandingan, yang pasti harus diterima dan direlakan. Bukan kekalahan itu yang membuat kita jauh dari prestasi, tetapi reaksi negatif yang tersimpan dalam pikiran dan menurunkan kepercayaan diri. Kembali fokus untuk mencari kemenangan.
  2. Kekalahan atau kegagalan mempengaruhi mental dan tidak mempengaruhi keahlian. Saat menghadapi kekalahan, orang akan merasa mentalnya down dan kecewa. Mungkin mereka akan berpikir bahwa mereka tidak bisa memainkan permainan dengan baik. Mereka salah, bisa jadi keahlian dan kemampuan tidak ada yang berubah, dan itulah yang akan dipakai untuk mempu memenangkan pertandingan berikutnya.
  3. Kekalahan menyakitkan bisa menjadi Guru terhebat. Daripada mencari kesalahan pada kekalahan yang kadang di luar kendali kita, lebih baik mencari kelemahan yang ada dan perbaiki. Aksi-aksi kita 100 persen dalam kendali kita sendiri.

Chelsea - Champions 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s