Batam ..

Baru beberapa hari yang lalu saya mengikuti sebuah agenda business trip perusahaan tempat saya bekerja di Batam. Salah satu pulau terdekat Indonesia menuju Singapura, negara kecil yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Beberapa alasan kenapa Batam menjadi salah satu pilihan untuk mengadakan agenda bisnis antara lain, tempatnya strategis dengan Singapura – pusat dagang Asia Tenggara, tempatnya cukup prospek untuk mencari ide bisnis baru, dan tentu saja waktu diluar agenda meeting bisa dimanfaatkan untuk meng-eksplorasi daerah Batam. Apalagi para pemegang passport bisa menyeberang ke Singapura untuk mencari wawasan baru dari Singapura.

Beberapa pertanyaan muncul dalam pikiran. Kenapa Batam yang notabene berbatasan langsung dengan Singapura, tidak bisa seperti Singapura? Kenapa perkembangan Batam tidak bisa cepat ? Ada yang berpendapat adalah keberadaan Batam bisa berbau politis. Bisa jadi Singapura tidak berharap Batam menjadi pesaing negara itu. Bisa juga kemauan pemerintah daerah batam kurang gigih untuk mengembangkan Batam. Dalam nalar saya, jika semua berjalan baik, harusnya Batam ini pertumbuhannya cepat. Hal ini karena didukung zona ekonomi yang kuat. Potensi wilayah di Batam bisa dikembangkan untuk mengembangkan ekonomi. Beberapa tahun terakhir, Batam menjadi pusat pengembangan industri manufaktur seperti elektronik. Ini harusnya menjadi benih pertumbuhan Batam.

Dalam beberapa waktu itu, saya melakukan sedikit observasi bahwa perkembangan properti di Batam mulai kelihatan. Terlihat ada dua developer besar Indonesia yang mulai mengembangan propertinya di Batam. Kedua perusahaan properti itu adalah Agung Podomoro dan Ciputra. Pertanyaan saya muncul, kenapa pengembang itu tidak melakukannya dalam beberapa tahun sebelumnya. Apakah perijinan pengembangan baru diperbolehkan. Memang Batam menjadi salah satu kota di provinsi baru, Provinsi Riau Kepulauan. Mungkin ini membuat pengembangan Batam menjadi lebih fokus sebagai kota perdagangan. Semoga saja begitu.

Memang Batam ini harus diproteksi dari asing. Hal ini terutama untuk melindungi asset yang ada, salah satunya adalah kepemilikan tanah. Berdasar informasi, seluruh pembangunan properti di Batam hanya memberikan Hak Guna Bangunan. Tidak ada hak milik terhadap tanah yang diatasnya dibangun properti. Kebijakan ini cukup bagus terutama untuk melindungi Batam dari kepemilikan asing. Seandainya setiap jengkal tanah di Batam diperjualbelikan, bisa jadi Batam bisa dimiliki oleh orang-orang asing, dan bukan dimiliki pemerintah Indonesia. Boleh lah investasi mengalir ke Batam, tetapi jangan sampai asset batam mengalir ke kepemilikan asing.

Mari bangun Indonesia..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s