War Machine : RoboCop vs AK-47

Setelah rilisnya RoboCop Movie pada bulan ini, tampak sekali figur RoboCop lebih futuristik dibandingkan film pertamanya di 1987. Design badan RoboCop lebih terlihat garang, seakan-akan berotot dan berwarna hitam militer. Jauh berbeda dengan design di film sebelumnya yang seakan-akan badan RoboCop terbuat dari kaleng silver.

image

RoboCop merupakan tokoh fiksi. Dikisahkan seorang ilmuwan Dr Dennet Norton yang bekerja di perusahaan OmniCorp diminta untuk membuat mesin perang. OmniCorp sebagai penyuplai robot perang untuk tentara Amerika di luar Amerika. Di negeri Amerika sendiri, keberadaan robot perang maupun robot polisi dilarang berdasarkan undang-undang Dreyfus Act. Undang-undang ini melarang mesin yang tidak punya hati nurani, mengambil peran dalam memutuskan kejahatan di tengah-tengah masyarakat Amerika. Untuk itulah muncul ide pembuatan mesin perang yang menggabungkan mesin dan manusia didalamnya. Dengan begitu insting maupun hati nurani manusia tetap mengendalikan setiap unsur mesin perang itu. Jika ini sukses, maka OmniCorp bakal untung besar dengan menyuplai mesin perang di tengah warga Amerika. Dengan bekerjasama bareng kepolisian Detroit, muncullah RoboCop.

Sebagai seorang ilmuwan, Dr Dennett Norton sangat berkeberatan menciptakan mesin perang di Amerika, karena bertentangan dengan Dreyfus Act. Keraguan ini yang mendorongnya berpikir keras, akal sehat apa yang bisa membenarkan upaya pembuatan robot perang ini. Meskipun dia juga bangga bisa menciptakan robot perang yang mampu menjaga perdamaian di negara-negara konflik.

Di kisah nyata, terdapat seorang Mikhael Kalashnikov, sebagai pencipta senjata kenamaan, senapan AK-47. Mesin perang AK-47 inilah yang didesain untuk The Red Army Russia di tahun 1947 pada perang dunia kedua. Hingga sekarang AK-47 menjadi sangat terkenal di seluruh dunia karena jumlah penggunanya yang sangat luas. AK-47 adalah mesin perang ternama abad ini

image

Seperti halnya dengan Dr Dennett Norton di cerita fiksi RoboCop, Kalashnikov menyimpan penyesalan yang mendalam atas penemuan senjata legendaris AK-47. Kalashnikov yang meninggal di 23 Desember 2013, melalui surat terakhirnya, menyebutkan bahwa hidupnya merasa dihantui oleh orang-orang yang mati karena AK-47. Suara-suara aneh selalu terdengar di sisa hidupnya.

“My spiritual pain is unbearable. I keep asking the same insoluble question. If my rifle deprived people of life then can it be that I … a Christian and an orthodox believer, was to blame for their deaths?”

“The longer I live, the more this question drills itself into my brain and the more I wonder why the Lord allowed man the devilish desires of envy, greed and aggression.”

Pada kenyataannya, AK-47 selalu menjadi bagian tak terpisahkan, baik kelompok ilegal, teroris, gangster, mavia,  upaya pembantaian dan lain sebagainya. Maka tak heran jika ini menimbulkan penyesalan mendalam. Jutaan orang meninggal di ujung bedil AK-47 ini.

Sementara itu, pemerintah Russia, membela Kalashnikov sebagai pahlawan yang berjasa, karena senapan AK-47 ciptaannya dipergunakan untuk membela tanah airnya dari serangan bangsa lain.

Sebaiknya hasil ciptaan, karya cipta manusia, alangkah baiknya dipergunakan untuk kemaslahatan umat banyak. Baik hal yang memberikan peningkatan kualitas hidup manusia, dan nilai hidup manusia. Seperti penemuan obat, pengetahuan kedokteran, maupun ilmu astronomi.

Source: guardian, wikipedia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s