Warna Warni Cahaya

Malam ini menyempatkan duduk-duduk di dekat lobby utama sebuah mall apartemen. Tampak jelas ini merupakan pusat keramaian atau lebih jelasnya disebut hotspot. Hotspot sering dikenal dalam istilah teknologi internet yang merupakan area yang penuh dengan akses wifi, bisa gratis atau berbayar.

Ya tentu saja lokasi ini layaknya pusat keramaian, cahaya terang, tempat duduk, kafe, maupun tempat makan. Semua orang menyempatkan bersantai di lokasi ini bersama teman dan kenalan baru untuk berbincang. Bahkan hingga kafe-kafenya tutup. Pohon dan tanaman di taman turut memberi kesan sejuk beserta semilir angin. Sungguh nyaman.

Yang sangat jelas terlihat, lampu-lampu yang dipasang di sekitaran cukup beragam. Kalau cafe biasanya punya khas warna lampu yang memancarkan cahaya agak remang. Warna biasanya coklat, hijau mapun kuning. Sedang tempat makan, memasang lampu cukup terang, yang pasti biar orang yang makan bisa dengan jelas melihat makanannya. Yang cukup menarik perhatian adalah warna-warni cahaya lampu dari lobby mall. Lampu yang dipasang bisa berpijar dengan warna yang berganti-ganti. Kadang hijau, kadang biru, kadang merah. Setiap orang yang melihat pasti tertarik untuk menebak warna apa yang akan dipancarkan oleh lampu itu. Warna warni lembutnya cukup membuat mata ini kenyang akan cahaya.

Warna warni cahaya inilah yang dituangkan Paolo Coelho dalam bukunya berjudul Alchemist. Di situ dia memaparkan bagaimana sebuah warung minum, yang menjajakan minuman dalam gelas kristal yang mampu memancarkan cahaya indah saat di sorot lampu. Sehingga orang yang lewat pun akan tertarik untuk mampir dan merasakan sebuah pengalaman di dalam sebuah tempat penuh cahaya.

Kembali ke hotspot, sepertinya cahaya lampu, maupun cahaya kristal mampu menjadi formula daya tarik anak manusia. Mereka seperti terkena hipnotis warna warni cahaya.

Rintik-rintik air pun turun, membubarkan kenyamanan duduk santai di hotspot ini. Rintik air yang sudah berhari-hari menghujani tanah jakarta, hingga serbuan banjir menggenang di sekitar kota. Saatnya kembali ke gubug peristirahatan dan mendoakan seluruh warga yang terkena dampak air yang menggenang, bisa tabah dan berjuang hadapi cobaan hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s