Tata Jalanan Kota Jakarta

Pertama mari kita diskusi mengenai jalanan kota. Jalanan yang kita lalui setiap beraktivitas, kerja, perjalanan menuju lokasi kerja maupun lokasi bermain. Jalan kota ini pun terbagi lagi menjadi beberapa , jalan untuk kendaraan bermotor, jalan untuk mass transport, jalan untuk pejalan kaki, dan mungkin jalan khusus untuk pesepeda.

Saat kita melihat jalanan-jalanan kota Jakarta, yang tidak lepas dari kata kemacetan, didominasi oleh kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor roda dua. Dan mayoritas adalah kendaraan pribadi yang dipakai warga kota.  Sementara mass transportasi seperti busway mempunyai jalur khusus yang memang mengadopsi transportasi massal di Bogota, Kolombia.

Beberapa waktu terakhir ini, hal yang cukup hangat dibicarakan adalah trotoar jalan, yang selama ini menjadi jalur utama pejalan kaki. Trotoar yang umumnya dilewati para pekerja yang berkendara ke kantor mengundakan transportasi publik. Mereka turun dari bis maupun busway, lalu jalan melewati trotoar menuju kantornya masing-masing. Trotor jalan dianggap sudah tidak layak bagi para pejalan kaki.

Trotoar jalan di kota jakarta, terlalu sempit buat pejalan kaki. Konstruksi trotoar pun sudah banyak yang mengalami kerusakan, seperti pecah, amblas, tergenang air dan bahkan ditumbuhi semak belukar. Sebagian besar trotoar tidak lebih dari 4 meter lebarnya. Lebih sempit lagi trotoar yang berada di depan gedung perkantoran, hotel maupun mall, yang terhitung tidak sampai 3 meter, bahkan bisa sempit lagi jika terdesak oleh pembatas/pagar gedung perkantoran itu. Para pedagang kaki lima pun tak luput dalam berkontribusi dalam mempersempit lebar trotoar jalan. Para PKL meletakkan Kios kecilnya di tengah-tengah trotoar, makin mempersempit lagi. Para pejalan kaki pun menjadi tidak nyaman setiap memanfaatkan trotoar ini.

Tetapi hasil pengamatan beberapa bulan ini, tampak ada perhatian dari pemerintah kota, yang mulai membenahi tata aturan trotoar jalan kota. Alas trotoar jalan kota mulai diganti dengan batu batako yang baru. Trotoar pun di cat dengan warna yang cerah seperti merah maupun kuning. Beberapa titik trotoar pun diletakkan kursi besi dengan alas duduk dan sandaran terbuat dari kayu. Kursi-kursi itu diwarnai dengan warna putih yang cerah. Setidaknya sekitar 4 orang cukup muat menggunakan kursi tersebut. Tampak jelas sepanjang jalan MT Haryono sampai Gatot Subroto, trotoar jalan tampak rapi disertai beberapa kursi panjang untuk tempat duduk. Syukur, jadi para pejalan kaki diperhatikan. Moga bisa menjadi trigger buat semua orang untuk mulain berjalan kaki dan berkendara transportasi publik saat ke kantor.

Menurut Appleyard (1981), saat volume traffic meningkat melebihi batas apa yang diperkirakan normal oleh penduduk lokal, atau kecepatan kendaraan meningkat dikarenakan desain jalan, maka aktivitas sosial di jalanan akan sangat menurun, dan perasaan tentang hidup nyaman dan layak di lingkungan kota akan sangat terancam.

The Institute of Transportation Engineers pun menyebutkan dalam Recommended Guidelines for Subdivision Streets, kriteria dalam pembangunan jalan :

“keselamatan buat jalur pengendara kendaraan maupun pejalan kaki, efisiensi layanan untuk semua user, kenyamanan, ekonomis dalam penggunaan lahan, konstruksi dan maintenance”.

Beberapa prinsip juga diterapkan seperti:

” akses kendaraan dan pejalan kaki yang cukup tersedia, jalanan harus di desain untuk meminimalisir kemacetan, perencanaan dan pembangunan jalanan warga harus mengindikasikan fungsi lokal nya, titik konflik antara jalur pejalan kaki dan pengendara kendaraan  harus diminimalisir, meminimalisir jumlah persimpangan jalan”

Sementara itu standar minimum pembangunan jalanan warga disebutkan juga sebagai berikut:

” Jalanan harus menyediakan ruang cukup untuk batas jalan, trotoar untuk pejalan kaki, fasilitas jalan seperti lampu lalu lintas, rambu-rambu, pohon, underground atau jalur fasilitas umum”.

Patut ditunggu kebijakan pemerintah yang akan membenahi jalanan kota ini agar nyaman buat pengendara kendaraan maupun pejalan kaki. Dan bahkan pemerintah menghendaki agar pagar pembatas gedung di tiadakan sehingga memperlebar trotoar jalan.

Harapan nya seperti apa kedepannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s